Wednesday, October 01, 2014

Yang Bakal Ternokhtah

seluruh raga memberati saraf
melintang bujur-patah-aral
melewati taraf-taraf
hingga kosong yang tinggal

sekali lagi perasaan ini bertandang
menjengah tanpa rasa segan silu
dilepaskan dari kandang
tanpa perlu

dia bakal dinokhtahkan
dititik-akhirkan
penghabisan
tertewaskan

pulanglah
pulanglah
pulanglah

pulanglah ke tempat asalmu
tinggalkan lagi aku
seorangkan aku
demi bahagiamu

selamat tinggal semua
ternokhtahlah di sini.

Sunday, September 28, 2014

Berdiri Di Setiap Belakangmu

kalau ini
bukan satu puisi
atau sesuatu yang melebihi
ini sebuah pandangan yang meluahkan isi.

aku terpunduk
jelas mengatakan yang jauh itu terperusuk
perasaan yang terpunduk
bukan! bukan! bukan dikutuk!

aku lihat dia
memberi benarkan "YA"
walau memberati jiwa
sarat dengan seluruh rasa.

maafkan aku tak tertahankan
sebuah kekhilafan
sebuah penyesalan
yang takkan terubahkan
yang kekal dipahatkan
yang menjadi sebuah sejarah sebuah zaman

lihat dalam raut wajah kau dalam dalam
sedihnya melewati hingga membeban dalam
teramat dalam

di kedinginan nama kau
--bersabarlah

aku sedang cuba menebusnya
berdiri di setiap belakangmu.

Semakin Hilang

antara kontradiksi yang aku rasa--
dulu dengan sekarang masa
adalah aku makin hilang dunia
banyak fikir melarut entah ke mana mana.

batas asa aku merapu rapu
bercelaru--
bertepu tepu
dan aku ragu

apa sebenarnya sedang berlaku
pada diri aku
ya pada diri aku
dalam diri aku

persoalan pada aku
semua tentang aku

aku semakin rasa diri aku hilang

Rela

segenapnya
dizarahkan
lalu dicantum-satunya
didekatkan.

sedikit asa tak pernah tercukupkan
walau batasnya dihanyir-lumurkan
tetap ditahan
diakukan.

aku tak tersembah
tak terpuja
hebat-ajaib-pintar
kerana Tuhan; Allah
yang berhak mencampak rasa
mengurung-jaga jiwa disangkar

dilihat susuk rangka
diterkurangkannya
--dipasangkan
mohonnya aku sekarang; di depan

bila cerita tak lagi terlayan
--agungkanmu bukan hiasan
bila arus tak terderas-luncurkan
--alirkanmu walau berpedihan

dikehinaan aku--
Berserah-pinta
agar diperkenankanMu
jika benar dituliskan dia haknya
--aku

rela.


ni bukan daripada apa hasil yang aku lahirkan. ini adalah permintaan anep buat kiena sebesar mana dia mahukan dia.

aku tulis berdasarkan apa yang dia rasa waktu itu untuk luahkan pada cinta dia.
aku jadi mahu mereka tahu-- kalau dalam setiap hubungan itu susah jangan menangkan kalah.
ingat kembali setiap manis pertama dulu. sedangkan lidah lagi tergigit.

Sedang Berteka Teki

aku keliru dalam sebuah permainan
ini-- bukan di taman permainan
ini-- cerita yang dipermainkan
oleh orang yang suka mempermainkan

tarik tali; ada
sorong-tarik papan; pun ada
cerita untuk sekarang
--aku sedang berteka teki